Published On: Kam, Jul 23rd, 2015

250 Pendekar Rengel Bersumpah NKRI Harga Mati

RENGEL

HARGA MATI: Ketua PSHT Ranting Rengel, Lukman, saat membacakan empat butir ikrar yang diikuti tak kurang dari 250 pendekar yang digelar di Makoramil Rengel, Rabu (22/07/2015) malam.

HARGA MATI: Ketua PSHT Ranting Rengel, Lukman, saat membacakan empat butir ikrar yang diikuti tak kurang dari 250 pendekar yang digelar di Makoramil Rengel, Rabu (22/07/2015) malam.

seputartuban.com–Sebanyak 250 pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kecamatan Rengel, Plumpang, soko dan Kecamatan Grabagan, menggelar sumpah di halaman Makoramil Rengel, Rabu (22/07/2015) malam.

Di hadapan Muspika Rengel, para pendekar berjanji untuk menjaga keutuhan masyarakat yang menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Danramil Rengel, Kapten Subianto, mengatakan acara tersebut merupakan komitmen bahwa seluruh warga Setia Hati Terate siap berpatisipasi bersama mengawal kamtibmas, dan menolak segala bentuk kekerasan yang dapat memecah belah bangsa dan negara.

“Sebab, kuatnya jiwa korsa pendekar dapat saja dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan gangguan keamanan. Dengan cara mengadu domba sesama anggota maupun perguruan lainnya. Karena hal ini bentuk dari perang modern untuk melumpuhkan sebuah negara,” ungkap Subianto di depan ratusan pendekar usai sesi pembacaan ikrar.

Sementara Kapolsek Rengel, AKP Musa Bakhtiar, menyampaikan terima kasih dan dukungan kepada para pendekar atas upaya mempelopori penguatan rasa nasionalisme tersebut.

“Melalui kegiatan ini kami berharap semua unsur masyarakat secara proaktif bersama TNI dan Polri mampu menciptakan kerukunan antar umat beragama,” katanya.

Sebelumnya, ikrar bersama dipimpin oleh Ketua PSHT Ranting Rengel, Lukman, didampingi dua pendekar di bawah cahaya obor. Dengan bersemangat dia membacakan empat butir ikrar yang diikuti seluruh pendekar.

“Menjunjung tinggi nilai kehidupan yang berkebangsaan dan beragama atas dasar Pancasila dan UUD 1945. Mendukung pemerintah, TNI dan Polri dalam menciptakan stabilisasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Menolak segala bentuk kekerasan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Berpartisipasi secara aktif dalam rangka menjaga kehidupan beragama guna keutuhan negara kesatuan republik Indonesia,” teriak Lukman saat membacakan ikrar.

Empat butir ikrar tersebut sangat relevan jika menilik sejarah berdirinya SH Terate yang dijadikan sebagai sarana merebut kemerdekaan RI. Wajar jika sampai sekarang para anggotanya masih mewarisi nilai-nilai nasionalisme yang terus dikembangkan.

“Pendahulu kami juga sebagai pahlawan perintis kemerdekaan, sehingga nilai-nilai itu masih kuat di antara kami. Semoga semangat ini juga berkembang kepada masyarakat dan perguruan lainya,” tandas Lukman usai acara. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author