Published On: Kam, Des 18th, 2014

Kabarnya, 2015 Tunjangan Sertifikasi Guru Dicabut

TUBAN

http://www.dreamstime.com/stock-photos-sms-symbol-image28154113seputartuban.com-Kalangan guru di Kabupaten Tuban resah menyusul isu yang menyebutkan bahwa pemerintah akan mencabut dana sertifikasi mulai tahun 2015 mendatang. Kontan, kabar duka yang diterima para guru melalui short massage service (SMS) tersebut langsung menyebar luas.

Akibatnya, tak sedikit guru yang selama ini rutin menerima dana sertifikasi setiap triwulan itu cemas, makan tiba-tiba menjadi tidak enak dan bahkan tak bisa tidur.

Beberapa guru di Kecamatan Rengel, mengatakan dalam SMS itu disebutkan bahwa berdasar SKB Menkeu, Mendikbud dan Menpan Nomor 251/SKB/2015, tunjangan sertifikasi untuk kalangan pendidik akan dicabut terhitung mulai tanggal 1 Januari 2015.

Dalam sms itu juga disebutkan gaji ke 13 yang biasanya cair antara bulan Mei hingga JUni akan diubah dan diterimakan setiap bulan Februari.

Seorang guru SDN di gugus selatan Kecamatan Rengel, mengatakan menilik rangkaian kalimat dalam sms dia berkeyakinan isinya tidak bohong. Apalagi, kata dia, sms itu diterima langsung dari nomor pejabat UPTD Disdikpora Kecamatan Rengel.

Karenanya, guru senior tersebut langsung mem-forward sms yang masuk ke ponselnya ke semua nomor kontak yang dia punya, terutama kalangan pendidik.

“Saya dapat SMS dari Pak Khoiron (Kepala UPTD Disdikpora Kecamatan Rengel). Makanya SMS ini kemudian saya sebar ke teman-teman guru,” tegas dia.

Sementara situasi berbeda dialami sejumlah kepala sekolah dan pejabat struktural Disdikpora Tuban lainnya. Sebab, dalam SMS yang mengutip SKB Menkeu, Mendikbud dan Menpan Nomor 251/SKB/2015 itu, disebutkan mulai tahun 2015 tunjangan stgruktural kepala sekolah naik menjadi Rp 2,5 juta per bulan

Kepada para penilik dan pengawas sekolah dan kepala TU setiap bulannya akan menerima tunjangan Rp 3 juta. Sedangkan Kepala UPTD mendapat tunjangan Rp 5 juta per bulan.

Sementara Kepala UPTD Disdikpora Kecamatan Rengel, Khoiron, mengatakan hingga saat ini dirinya belum tahu isi SMS yang beredar luas di kalangan guru terkait akan dicabutnya tunjangan sertifikasi mulai tahun depan.

“Malah saya tidak tahu sama sekali soal SMS yang membuat guru-guru resah,” tegas Khoiron saat dihubungi seputartuban.com melalui ponselnya, Kamis (18/12/2014) sore.

Meski begitu, sambung dia, kasus ini sempat mencuat setelah Kepala UPTD Disdikpora Kecamatan Plumpang menyampaikan ikhwal SMS yang meresahkan kalangan guru, dalam forum rapat dinas yang berlangsung pekan ini. Khoiron kemudian menyimpulkan bahwa itu adalah SMS gelap karena tidak jelas  sumbernya

“Untuk itu saya mengimbau kepada semua guru agar tidak mudah percaya dengan isu yang jelas, sebelum ada edaran resmi dari pemerintah,” kata dia. MUHLISHIN   

INI DIA SMS YANG MERESAHKAN  PARA GURU

KABAR kurang GEMBIRA BUAT GURU2. SKB MENKEU.MENDIKBUD. MENPAN NO.251/SKB/2015. Menjlskan bhw:1.Tnjngan sertpkasi dicabut tmt 1 januari 2015 2.Sbgai penggantinyan daerah terpncil tngkat kab/kota 2,5jt/bln. bg tnjngn struktral KS. 2,5JT/BL.PENILIK., PENGAWAS 3JT.KA.TU. 3JT/BL KA UPTD 5JT/BL.GAJI KE-13 DBERIKAN TIAP BLN FBRUARI . DAN GAJI POKOK JG DIADAKAN PERUBAHAN SBB. GOL II.A.B. 3,5JT. II.CD.4JT.III.A.B 4,5JT.III.C.D.5JT. IV.A.B.5JT. IV.C.D.6,5JT. BAGI GURU WB 2JT/BL dana dr APBN.P.

Facebook Comments

About the Author

Displaying 10 Comments
Have Your Say
  1. olik berkata:

    Ojo percoyo….kabar yang belum bener…..masih ada Allah swt.

  2. sumartono berkata:

    “Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman”
    “jangan mudah terheran-heran; jangan mudah menyesal; jangan mudah terkejut-kejut; jangan mudah kolokan atau manja”.
    Ujungnya “Jangan gegabah supaya tidak menimbulkan resah”.
    Matur nuwun.

  3. jamal bali berkata:

    PASTI BOHONG YA GAK MUNGKIN ADA SKB NO.NYA ANEH DAN TAHUNNYA KOK 2015. JIKA MASALAH GAJI PASTINYA PP, BUKAN SKB BROW GAK USAH DIPERCAYA

  4. sari berkata:

    baguslah kalau sertifikasi guru dicabut, setuju banget

  5. dadan sumardana berkata:

    MASALALAHNYA SEBAGAI GURU PROFESIONAL OK LAH DI CABUT,TAPI TUNGGU YANG MENYAKITI GURU BIASANYA TAU AKIBATNYA (MENYAKITKAN) SIAPAPUN ITU, TAPI MBOK YA PIKIRIN DONG PAHLAWAN TANPA TANDA JASA INI,, KAMI KAGAK DI PERHATIIN, DUNIA INDONESIA AKAN BODOH KALAU UDAH BODOH DI OKUPASI (CAPLOK) OLEH NEGARA TETANGGA SUKA JADI NEGARA BANGSA YANG DI GELENG2 KEPALA OLEH ORANG DAN BANGSA LAIN BIASANYA KALAU ABIS DIGELENG2 KEPALA LANGSUNG DI KULITIN TUH PALE, KAMI TIDAK MACAM2 MINTA INI, MINTA INI SUDAH GUGURAWILAN BEKERJA TURUN GUNUNG NAEK LERENG, MEROBAH MIND SET ANAK BANGSA SUDAH CUKUPLAH PENDERITAAN INI, MAKANYA SAYA BILANG PERNAH KONTRAK DENGAN PEMBIJAK YANG BERGAJI TEBAL PERBULANNYA KALAU BOLEH DIBALIK PAKTA ANE SANGGUP NGEGANTIIN POSISI SITU TERUS POSISI ANE GANTI AME SITU DIPASTKAN PASTI KAGAK ADE NYANG MAMPU TUH JADI POSISI DI ANE… BAYANGIN AJA 40 ANAK DI KELAS HARUS DI KUASAI KARAKTER DAN PSIKOLOGIS TIAP PERSONAL DAN DI ADOPS SERTA DI CAPER KEINGINAN DAN MINATNYA, SAYA PASTI BERAT DECH.. SAPAPUN YANG MENCOBA DUNIA KERJA INI… YA WAJAR DIBAYAR AGAK LEBIH… UNTUK MASA DEPAN BANGSA KOQ…

  6. warso berkata:

    wis dicabut wae… Soyo suwe kok malah tambah manja… Rumongso paling penting paling berjasa dewe…

    • ello berkata:

      Sapa bilang guru itu manja ? Asal anda tau … byk sekali guru yg rela mengajar dgn jarak tempuh yg sgt jauh yg hrs melewati bukit dan sungai… krn mrk ikhlas untuk mencerdaskan anak bangsa. Banyak para guru yg hanya di gaji 100rb perbulan dg bbn kerja yg sgt banyak. Bayak guru di desa yg harus membuat alat2 peraga sendiri demi meningkatkan kualitas mengajar mereka… saya bukan guru… sy hanya wanita desa yg sangat menghargai jasa para guru. Apa alasan anda menjudge para guru itu manja.? Kalo komen jangan asal ketik. Tunjukkan bukti klo mmg semua guru di indonesia ini manja. Ak yakin anda komen seperti itu karna anda iri akan hal itu. Sp lagi kalo bukan guru yg mencerdaskan anak bangsa terutama anak2 yg ada di desa dan di pedalaman. Ingat itu bang !!!

  7. ROMAN WIJAYA berkata:

    Ya Alloh…
    Berilah petunjuk serta maafkanlah saudaraku yang telah membuat kabar yang meresahkan (termasuk yg ikut2an menyebarkan). Amin

  8. Semproel berkata:

    Saya sih nggak setuju tunjangan dicabut, tapi sebaiknya dievaluasi lagi. Sepertinya nggak ada perbaikan kualitas pendidikan. Seharusnya insentif diberikan untuk mereka yang benar-benar berkualitas dan menunjukkan kinerja yang distandardkan.

    Kondisi saat ini memang menyedihkan. Guru banyak yang tidak bagus kualitas dan mentalitasnya. Nggak ikhlas, cuma mikirin uang semata. TERBUKTI LEBIH MEMIKIRKAN TURUNNYA TUNJANGAN DIBANDING KUALITAS ANAK DIDIK.

    MENYEDIHKAN

  9. ello berkata:

    Saya bukan guru.. saya hanya wanita yang sangat menghargai jasa para guru2.. karna tanpa mereka kt gak akan sehebat ini… hanya org yg picik dan iri saja yg bilang kalo guru smkn manja. Org yg gak bs menghargai jasa org lain. Sy harap sertifikasi ini tidak di cabut. Karna sy berpikir dengan adanya sertifikasi ini kehidupan para guru akan lebih baik. Masih byk skali para guru2 di desa yg penghidupannya masih pas2an. Dan mrk dgn ikhlas menerima gaji sedikit. Kalo sy lihat jadi guru itu tidak gampang. Jangan sepelekan guru. Karna pak presiden itu bs jd presiden jg sedikit ada campur tangan bpk ibu guru sewaktu beliau berada di bangku sekolah…pak dokter jg belajar dan di ajar oleh seorg guru…jangan pernah iri akan penghasilan org lain. Karna org yg iri itu gak pernah tau perjuangannya tuk bs mendapatkan penghasilan yg layak.