Published On: Sel, Okt 21st, 2014

2014 Perceraian Pasangan Muda dan “Miskin” Meningkat

TUBAN

SHOLIKHIN JAMI: Diprediksi untuk tahun 2014 ini kasus perceraian di Kabupaten Tuban lebih tinggi dari tahun 2013 kemarin.

SHOLIKHIN JAMI: Diprediksi untuk tahun 2014 ini kasus perceraian di Kabupaten Tuban lebih tinggi dari tahun 2013 kemarin.

seputartuban.com-Tahun 2014 ini jumlah pasangan suami isteri yang memilih jalan bercerai makin meningkat tajam dibandigkan tahun lalu.

Yang memprihatinkan, pemicu pisah ranjang tersebut didominasi pasangan dari penikahan dini. Faktor himpitan perut mayoritas menjadi penyulut perceraian tersebut.

Wakil Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Tuban, Sholikhin Jami, tak menampik kasus peceraian pada tahun 2014 ini ada kecenderungan jauh melampaui perkara serupa tahun 2013 lalu.

Menurut dia, sampai September lalu kasus cerai talak sebanyak 1.019 sedangkan cerai gugat mencapai 1.175. Sementara tahun 2013 kasus cerai gugat ada sebanyak 1.511 perkara dan cerai talak 1.360 kasus.

“Diprediksi untuk tahun 2014 ini kasus perceraian di Kabupaten Tuban lebih tinggi dari tahun 2013 kemarin,” tegas Sholikhin, Selasa (21/10/2014) siang.

Disebutkan, kasus paling tinggi didominasi faktor biologis yang tidak dewasa pada bidang ekonomi dan psikologi.

“Idealnya sebelum melaksanakan pernikahan hendaknya lebih dulu memandang dampak segi psikologis segi ekonomi, dan aspek pendidikan. Sebab rata-rata angka perceraian di Tuban didominasi pernikahan dini “terangnya.

Berkiatan itu, Solikhin memandang pentingya sistem yang mengedukasikan tata cara pacaran  mulai dari bangku sekolah agar bisa berfikir dewasa secara psikologis maupun biologis.

“Sebab rata rata kasus pernikahan dini didominasi oleh kenakalan remaja, terutama usia SMA sederajat,” tandasnya.  ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos