Published On: Sab, Jan 3rd, 2015

2 Tahun Jalan Poros Desa Mulyoagung Diabaikan

SINGGAHAN

DIABAIKAN: Inilah salah satu sudut jalan poros desa di Dusun Jojogan, Kecamatan Singgahan, yang sudah dua tahun rusak berat, Sabtu (03/01/2015) siang.

DIABAIKAN: Inilah salah satu sudut jalan poros desa di Dusun Jojogan, Kecamatan Singgahan, yang sudah dua tahun rusak berat, Sabtu (03/01/2015) siang.

seputartuban.com-Warga Dusun Jojogan, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, merasa aspirasinya dicampakkan. Sudah dua tahun jalan poros desa yang menjadi urat nadi transportasi dan ekonomi pedesaan ini tak layak disebut jalan.

Berkali-kali usulan permintaan rehab yang dikirim ke Pemkab Tuban seolah tak digubris.   Kondisi ini terasa kontras dengan sejumlah jalan poros desa yang berada di kecamatan lainnya di Kabupaten Tuban, dimana pada tahun 2014 lalu dilakukan rehab maupun sekedar tambal sulam secara besar-besaran.

Karena aspirasinya tak dugubris, warga mencoba melakukan perbaikan secara bergotong royong. Namun karena minimnya dana, kerja keras warga tersebut tidak dapat bertahan lama sehingga rusak kembali.

Sejumlah warga Dusun Jojogan,  menyebutkan jalan poros desa yang selesai dibangun pada tahun 2012 lalu sempat hanya bertahan beberapa bulan saja karena dikerjakan dengan asal-asalan. Tidak ada saluran air sepanjang kiri kanan jalan.

Padahal jalanan ini kondisinya sangat curam. Saat hujan turun jalan tersebut berubah seperti sungai dengan arus air yang sangat deras. Akibatnya, permukaan aspal jalan dalam sekejap saja terkelupas terbawa arus air.

“Bilamana tidak segera dilakukan penanganan kami kuatir akan menimbulkan korban jiwa,” tutur sejumlah warga.

Dikatakan, jalan poros desa yang kini rusak berat tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk warga setempat.

Mukholimah, warga Desa Mulyoagung, mengatakan dalam kurun waktu dua tahun terhitung setelah kerusakan jalan tersebut belum tampak ada solusi dari Pemkab Tuban.

“Kami berharap pada pemerintah agar permasalan tersebut dapat segera teratasi sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Selain itu, jalan yang rusak ini mengakibatkan perekonomian warga terhambat berkepanjangan,” ungkapnya, Sabtu (03/01/2014) sore.

Kepala Desa Mulyoagung, Muhail, mengatakan sudah berkali-kali melakukan pengajuan permohonan perbaikan jalan ke Pemkab Tuban. Terakhir kali dia mengajukan usulan awal tahun 2014 lalu.

“Namun belum ada upaya maupun tidakan konkrit dari pemerintah kabupaten” tegasnya saat ditemui di rumahnya.

Menurut Muhail, akses jalan tersebut sudah tidak layak digunakan warga beraktifitas karena aspal jalan sepanjang 1,2 km terkelupas. Selain itu, bongkahan batu sebesar kepalan tangan orang dewasa mendominasi permukaan jalan. Tak jarang ketika berpapasan dengan kendaraan lain bebatuan tersebut terpental karena terlindas ban.  ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author