Published On: Rab, Apr 22nd, 2015

2 Menit Sekali Kanker Serviks “Bunuh” wanita

TUBAN

PENCEGAHAN DINI: Staf paramedis Puskesmas Tuban tengah menyiapkan ruang pemeriksaan wanita yang ditengarai terserang serviks, Rabu (22/04/2015) siang.

PENCEGAHAN DINI: Staf paramedis Puskesmas Tuban tengah menyiapkan ruang pemeriksaan wanita yang ditengarai terserang serviks, Rabu (22/04/2015) siang.

seputartuban.com-Kanker serviks disebut sebagai “pembunuh” wanita yang tak kalah kejamnya dengan kanker payudara. Kanker leher rahim ini merupakan “pembunuh” paling umum yang biasa diderita wanita di atas usia 15 tahun.

Saking kejamnya, dari berbagai catatan yang ada bahkan disebutkan setiap dua menit seorang wanita meninggal karena kanker serviks. Dalam catatan yang dikutip dari berbagai sumber ini ditegaskan sekitar 500 ribu wanita di dunia didiagnosa menderita kanker serviks.  Rata-rata 270 ribu kematian terjadi setiap tahunnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Syaiful Hadi, mengatakan gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada alat kelamin perempuan setelah berhubungan seks di luar masa menstruasi.

Sering keputihan, nyeri saat bersenggama dan nyeri pada alat kelamin sampai pinggang, juga menjadi pemicu kanker yang timbul akibat virus human papillomavirus (HPV) ini.

Menurut dia, bila timbul gejala seperti di atas lebih baik secepatnya diperiksakan ke dokter. Dengan begitu bisa dilakukan pengobatan dan pencegahan secara dini.

“Upaya paling aman untuk mencegah agar tidak terserang penyakit kanker serviks harus menghindari pernikahan dini. Juga menjaga kebersihan alat kelamin dan tidak bergonta ganti pasangan,” tutur Syaiful, Rabu (22/04/2015) siang.

Untuk mengantisipasi penyakit tersebut, secara berkala Dinkes Tuban melakukan pemeriksaan terhadap para ibu-ibu lewat puskesmas. Seperti yang hari dilakukan di Puskesmas Tuban. Ada 10 wanita disasar untuk apakah ada potensi kanker serviks mengeram di aliran darahnya.

Menurut Syaiful, serangan virus tersebut reaksinya baru terasa antara lima sampai 20 tahun. Sehingga rata-rata mereka baru terdeteksi terserang kanker serviks pada usia di atas 30 tahun.

Disebutkan, di Kabupaten Tuban sendiri sepanjang 2014 ada tiga penderita kanker serviks. Sedangkan tahun 2015 bertambah empat wanita positif terserang serviks.

Sekadar tahu, di Indonesia sendiri diperkirakan  setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meninggal  dunia karena penyakit tersebut. Tingginya angka ini biasanya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks.

Menurut survei yang melibatkan 5.423 wanita Asia dan dilakukan pada 9 negara, termasuk Indonesia, terbukti hanya dua persen wanita yang mengetahui bahwa infeksi HPV merupakan penyebab kanker serviks.

Jadi pengetahuan perempuan mengenai penyebab kanker serviks masih sangat minim. Semoga tulisan ringkas ini memberikan ilmu yang bermanfaat. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author