Published On: Sab, Des 21st, 2013

2.000 Paket Sembako Didistribusikan Kelokasi Banjir

Share This
Tags

RENGEL

seputartuban.com – Meski kondisi banjir berangsur mulai menurun, sebanyak 2.000 paket sembako baru didistribusikan keposko pengungsian korban banjir yang ada di Kantor Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Sebelumnya bantuan yang dikirimkan sebanyak 300 paket.

Banjir bengawan solo widang2

RESAH : Aktivitas warga harus menggunakan perahu

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono saat dikomfirmasi, Jum’at (20/12/2013) mengatakan 2.000 paket sembako ini berisi beras, minyak goreng, mie dan telur. Kemudian dikirim Posko bencana yang berada di Kantor Kecamatan Rengel. Dengan jumlah 25 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Karangtinoto. “Kita masih terus mengumpulkan bantuan sembako dari para donatur dan akan segera kita distribusikan kepada warga korban banjir. Kita utamakan bagi warga yang kondisi desanya parah,” ungkap Joko.

Saat ini kondisi masih tinggi, dipintu air Babat ketinggian air sekitar 8,5 pilschal. Debit turun dengan lambat ini diperkirakan terjadi penyempitan atau pendangkalan pada hilir sungai bengawan solo. Sehingga menyebabkan arus air yang bermuara kelaut menjadi tidak lancar.

“Kita terus memantau kondisi para korban banjir dan berupaya melakukan evakuasi bagi warga terisolir. Kemarin kita masih terkendala transportasi, karena perahu yang kita miliki tidak bisa menjakau kelokasi. Disebabkan baling-balingnya terkena tanaman padi sehinga tidak bisa berputar,” katanya.

Joko menambahkan, tanaman padi yang dimiliki warga sudah tidak bisa dipanen lagi karena sudah tersendam selama 5 hari dan membusuk. Kerugian para petani diperkirakan Rp. 4,5 milyar sampai Rp. 5 milyar. Selain itu, dia berharap kepada pemerintah pusat untuk membangun tanggul bengawan solo yang melintas diwilayah Kabupaten Tuban, sehingga tidak meluap setiap tahunnya pada saat musim hujan.

“Pembangunan tanggul begawan solo bukan kewenangan dari pemerintah daerah. Itu  tanggung jawab pemerintah pusat. Kalau pemerintah daerah dananya tidak cukup untuk membangun tanggul tersebut,” tegas Joko. (lis)

Facebook Comments

About the Author