Published On: Sel, Jul 7th, 2015

184 Bus Disiapkan Angkut Pemudik

Share This
Tags

TUBAN

Mudik Lebaranseputartuban.com – Dinas perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban akan menambah armada bus saat menjelang lebaran. Hal ini sebagai antisipasi lonjakan penumpang saat mudik.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Tuban, A. Faraith mengatakan bus cadangan dari perusahaan akan dioperasikan untuk mengangkut lonjakan jumlah penumpang saat menjelang hari raya idul fitri.

“Kami optimis dengan seluruh jumlah armada yang kami miliki saat ini cukup untuk menampung jumlah penumpang angkutan lebaran.” terang faraith, Senin(06/07/2015) siang.

Armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang disiapkan sebanyak 102 armada yang terbagi dalam 6 trayek. Meliputi Surabaya-Tuban-Semarang. Tuban-Semarang-Cirebon-Jakarta. Banyuwangi-Surabaya-Tuban-Semarang. Surabaya-Tuban-Jepara. Purbalingga-Surabaya-Tuban-Cirebon. Jember-Surabaya-Tuban-Semarang-Tegal.

Dengan tarif yang berlaku untuk Jawa dan Bali sebesar Rp 169 per kilometer di tambah Rp. 60,- untuk premi Jasa Raharja.

Sedangkan untuk jumlah armada Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) seluruhnya sebanyak 82 armada. Tuban-Babat-Lamongan. Tuban-Rengel-Ponco-Bojonegoro. Tuban-Babat-Jember. Tuban-Babat-Jember-Malang. Dengan tarif sebesar Rp 181 per kilometer di tambah Rp 60,- untuk premi jasa raharja.

“ketentuan tarif itu sesuai edaran dari Kementrian Perhubungan bahwa harga tersebut sudah disesuaikan dengan kenaikan bahan bakar saat ini yang berkisar Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu,” imbuhnya.

Masih menurut Faraith, untuk antisipasi kebutuhan banyak armada, pihaknya memberlakukan izin trayek insidental dengan mengalihkan trayek.

“Jika seandainya pelonjakan penumpang tidak sesuai dengan perkiraan awal maka kami akan memberlakukan izin trayek insidental. dengan merubah trayek kendaraan lain untuk melengkapi trayek jurusan jang di butuhkan. Dengan ketentuan izin satu kali perjalann trayek” ungkapnya.

Jika terdapat penarikan tarif tidak sesuai ketentuan, Faraith mengaku akan menindak tegas pelanggaran tersebut. “Sanksi tegas berupa pencabutan izin trayek serta larangan beroperasi akan kami berikan bilamana didapati terdapat pelaporan dari penumpang tentang pemberlakuan tarif kendaraan yang tidak sesuai,” janjinya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author