Published On: Ming, Mar 2nd, 2014

1500 Guru dan Kepsek Ikuti Kuliah Umum Pendidikan Berbasis Karakter

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Sekitar 1500 Kepala Sekolah (Kepsek) dan guru se-Kabupaten Tuban mengikuti kuliah umum di gedung Graha Sandiya, Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Sabtu (1/3/2014).

Guru dan Kepsek berkarakter

PENDIDIKAN KARAKTER : Kuliah Umum 1500 guru dan Kepsek tentang pendidikan berbasis karakter di Graha Sandiya PT Semen Indonesia

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, menyoroti sejumlah persoalan pendidikan. Diantaranya  hampir seluruh sekolah memberikan nilai kepada murid dengan cara kuantitatif.

Hal ini menyebabkan murid hanya memiliki pengetahuan saja. Namun pengertian atau kefahamannya tidak ada. Dengan pendidikan berkarakter, guru memberikan nilai kepada siswa secara komulatif. Maksudnya, guru bisa memberikan nilai tanpa memandang hanya benar dan salah dari jawaban soal saja. Namun juga memahami karakter atau pribadi siswa.”Benahi gurunya, terus kurikulumnya, karena pendidikan yang merubah masyarakat, biarlah guru yang memulai mendidik dan merubah bangsa ini,” ungkapnya.

Selain itu juga menyampaikan seringnya kurikulum di Indonesia berubah. “Jangan merubah kurikulum kalau tidak merubah nilainya. Proses membentuk sikap yang utama jangan hanya membentuk pengetahuan, ” ujar Gultom.

Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Gresik, Gatot Kustiyadi, mengatakan pihaknya sangat mendukung penuh upaya peningkatan mutu pendidikan. Khusnya peningkatan guru dan Kepsek karena berperan penting disekolah dalam membentuk karakter siswa.

Pendidikan berbasis karakter yang dibangun bukan hanya karakter berbasis kemuliaan diri semata, namun secara bersamaan membangun karakter kemuliaan sebagai bangsa. “CSR kita di tahun 2013 untuk pendidikan sebesar Rp. 55 miliar dari total keseluruhan Rp. 130 miliar. Sedangkan di tahun 2014 ada Rp. 65 milyar untuk ini (peningkatan pendidikan) dari Rp. 155 miliar,” ungkap Gatot. (han)

Facebook Comments

About the Author