Published On: Sel, Jun 3rd, 2014

83 Warga Soko Keracunan “Berkat” Kirim Doa

SOKO

DIDUGA KERACUNAN: Sebagian korban yang masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Soko, Selasa (03/06/2014), siang.

DIDUGA KERACUNAN: Sebagian korban yang masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Soko, Selasa (03/06/2014), siang.

seputartuban.com-Acara haul 1.000 hari tokoh masyarakat Desa Prambon Tergayang, Kecamatan Soko, berakhir duka. Sedikitnya 83 warga setempat diduga mengalami keracunan setelah menyantap “berkat” dari ritual kirim doa peringatan 1.000 hari yang digelar warga setempat.

Belum jelas jenis makanan apa yang diduga membuat warga keracunan. Sebab dalam paket “berkat” itu, selain nasi juga ada beberapa menu umumnya selamatan kirim doa seperti mi serta sayur bumbu lodeh lainnya. Termasuk juga beberapa jajanan sebagai pelengkap “berkat” tersebut.

Peristiwa itu sendiri sudah berlangsung, Kamis (29/05/2014), malam. Namun sampai Selasa (03/06/2014) puluhan warga masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Soko. Sementara sebagian warga yang diduga mengalami cukupo parah dirujuk ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesumo Bojonegoro.

Beberapa warga yang dihubungi, menjelaskan dugaan peristiwa keracunan itu bermula dari acara haul 1.000 hari dengan mengundang warga setempat. Usai prosesi tahlil dan doa warga kemudian menyantap makanan dalam piring, yang dalam istilah arga setempat populer sebagai “piring terbang”. Tidak ada keanehan setelah warga menikmati “piring terbang” tersebut.

Namun, esok harinya Jumat (30/05/2014), mayoritas warga yang menghadiri undangan haul itu mengeluh sakit perut dan berobat di Puskesmas Soko. Warga menduga, gangguan pada lambung ini kuat dugaan setelah makan paket “berkat” yang dibawa pulang.

“Pastinya kurang tahu, Mas. Yang jelas setelah makan “piring terbang” tidak terjadi gejala apa-apa. Bisa jadi dugaan keracunan itu dari “berkat”,” terang sejumlah warga yang ditemui seputartuban.com di Desa Prambon Tergayang, Soko, Selasa (03/06/2014), siang.

Disebutkan, akibat dugaan keracunan “berkat” itu tiga warga sampai hari ini masih menjalani perwatan serius di RSUD dr Sosodoro DJatikoesomo, Bojonegoro. Sementara delapan warga lainnya tergolek lemas di Puskesmas Soko.

Kapolsek Soko, AKP Subagio, membenarkan sebagian korban masih dirawat di puskesmas setempat dan rumah sakit Kabupaten Bojonegoro. Polisi menduga warga keracunan setelah acara hajatan 1.000 hari warga Desa Prambon Tergayang.

Hanya saja, Subagio belum dapat memastikan gejala dan penyebabya. Alasannya, contoh makanan dan gejala sakit masih diteliti Dinas Kesehatan Pemkab Tuban.

“Tidak ada laporan dari warga. Kasus masih dalam pemeriksaan dinas kesehatan. Memang warga keracuan akibat dari makanan. Dugaan sementara warga mengalami muntaber,” ungkap Subagio. HANAFI

Facebook Comments

About the Author