Published On: Kam, Mei 12th, 2016

130 Prajurit Kodim Tuban Dibuat Lebih Tangguh

TUBAN

seputartuban.com – 130 prajurit Kodim 0811/Tuban menerima pembinaan kesiapan aparat kewilayahan dan kemampuan teritorial (Binsiap Apwil dan Puanter), di Aula Letda Soetjipto Makodim Tuban, Rabu (11/5/2016). Mereka menerima materi dari Tim Wasev Korem 082/CPYJ Mojokerto, Mayor Arm Edy B.

Prajurit Kodim Tuban saat menerima pembinaan

Prajurit Kodim Tuban saat menerima pembinaan

Para prajurit menerima materi sikap tertorial, lima kemampuan teritorial, metode binter, pengetahuan terorisme, dan pengetahuan bencana alam. Dengan metode sosialisasi, penataran, pembekalan, belajar, dan berlatih, dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab.

Sementara itu, materi lain yang diberikan adalah materi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI, Visi dan Misi TNI AD, sikap teritorial, 5 kemampuan teritorial, 3 metode binter. Bahaya terorisme, netralitas TNI, kebijakan pimpinan TNI AD, 4 pilar kebangsaan, dan transformasi binter.

Materi tersebut berpedoman pada UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara (Hanneg) dan UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI. Yang bertujuan untuk memberdayakan wilayah, menyiapkan segala sesuatu agar di  jadikan sebagai pendukung pertahanan negara di darat dan mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Tujuan dilaksanakan kegiatan itu agar lebih optimal, efektif dan efesien dalam dalam melaksanakan, menjabarkan, menyosialisasikan pembinaan teritorial di wilayah tugas masing-masing prajurit. Sehingga terwujud prajurit yang memiliki mental, disiplin, semangat yang tangguh dan profesional, serta dapat berintegrasi dengan komponen masyarakat dalam melaksanakan tugas.

Kegiatan itu juga dapat menyamakan langkah dan misi para Babinsa dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Melalui tugas pembinaan teritorial di wilayahnya dan terpeliharanya kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dalam sambutannya Mayor Arm Edy B mengatakan, bahwa aparat kewilayahan perlu memahami dan mampu melaksanakan tugas pembinaan teritorial. Agar memiliki kesamaan langkah dan tindakan dalam menjalankan tugas serta mampu berintegrasi dengan komponen bangsa lainnya.

“Sosialisasi ini penting untuk prajurit komando kewilayahan, dengan tujuan prajurit bisa lebih memahami tugas dan tanggung jawabnya. Sehingga tidak terjadi keraguan dalam mengaplikasikan atau melaksanakan tugas di lapangan,” katanya. MUHAIMIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos