Published On: Sab, Jun 21st, 2014

10 Tahun Lagi Tuban Terancam Kehilangan Pantai

Share This
Tags

JENU

PARAH : Kondisi pantai yang rusak parah akibat diterjang ombak dan pohon ditebang

PARAH : Kondisi pantai yang rusak parah akibat diterjang ombak dan pohonya ditebang

seputartuban.com – Akibat tidak terurus kondisi abrasi dikawasan pantai Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban semakin menjadi. Gerus ombak merusak lahan pantai, pohon bakau dan cemara laut yang tumbuh dikawasan ini juga tumbang. Bahkan saat ini nampak luluh lantak tinggal pangkal pohonya saja yang jungkir balik.

Kondisi ini jelas mengancam keberadaan jalan pantura sebagai akses penting nasional. Karena jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin jalan raya juga akan mengalami nasib serupa. Karena saat air pasang, lahan disisi jalan hilang jelas akan merendam jalan raya.

Di pantai sekitar Terminal Wisata Tuban (TWT), kondisinya rusak parah. Selain mengancam lingkungan, kondisi ini juga dikhawatirkan warga yang beraktifitas dilokasi wisata gratis ini. Karena akan mengancam pendapatan para penjual, serta mengancam keselamatan pengunjung pantai yang tiap akhir pekan selalu ramai.

Luluk Mardhiyah (33), warga yang sudah hampir 2 tahun berjualan di lokasi wisata gratisan ini mengungkapkan kecemasanya. Dia berharap pemerintah peduli dengan kondisi ini. Selain membuat penahan ombak, juga diberi fasilitas agar para pengunjung semakin betah dan ramai. “Kalau liburan bisa dapat Rp 100 ribu. Kalau bisa pantai ini dijadikan obyek wisata dan dikelola,” harap ibu 2 anak ini.

Dikawasan ini, dulunya dataran menjorok kelaut hingga 500 meter. Namun karena abrasi dibiarkan, kini daratan hingga tinggal sejengkal. “Kakek saya pernah cerita kalau banyak pohon kelapa, sekarang hilang dan rusak. Saya takut pohon cemara laut ini akan bernasib sama, kalau tidak ada upaya pembuatan penahan ombak,” katanya.

Direktur LSM Cagar, Edy Toyibi menegaskan kerusakan pantai ini sudah sangat memprihatinkan. Diprediksi dalam 10 tahun kedepan, Tuban akan kehilangan pantainya. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan melakukan konservasi alam secara merata.

Ditambah memberikan tambat labuh bagi nelayan. Hal ini agar nelayan bisa berlabuh dilokasi pantai yang struktur tanahnya keras. Sedangkan untuk pantai dengan struktur mudah terkikis harus diberi penahan ombak.

“Setiap tahunnya pantai terkikis sekitar 50 cm sampai 70 cm. Memang kalau fenomena mencairnya es di kutub bisa jadi alasan, tapi tidak ada salahnya mencegah sejak awal,” jelas aktivis ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Sunaryo menjelaskan bahwa abrasi pantai memang masih menjadi pekerjaan rumahnya. Penyelesaiannya harus dilakukan dengan seksama, melalui program dengan perencanaan dan dana yang matang. “Tidak semudah kita membalikkan tangan. Kita sudah ajukan ke pemerintah pusat dan menunggu tindak lanjut, ” ungkapnya. HANAFI

Facebook Comments

About the Author