Published On: Jum, Mar 18th, 2016

10 Sumur Minyak Tua Gegunung Mulai April Dioperasikan

TUBAN

ilustrasi

ilustrasi

seputartuban.com – Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) Kabupaten Tuban direncanakan mengelola sumur minyak tua di Dusun Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban mulai April 2016.

Ada sebanyak 10 sumur yang akan dikelola oleh PDAT dari 22 sumur. Sedangkan 12 sumur lainya dikelola PT Pertamina dikerjasamakan dengan PT Tawun Gegunung Energi (TGE).

Kabag Humas dan Media Setda Pemkab Tuban, Teguh Setyo Budi mengatakan perijinan saat ini sudah terbit. Sedangkan saat ini tahap pengerjaan sipil yaitu pemerataan lahan dan pembangunan infrastruktur berupa penampungan limbah serta yang lainnya. “Saat ini perijinannya sudah terbit, April sudah bisa beroperasi,” tegasnya, Kamis (17/3/2016).

Sementara untuk penertiban para penambang ilegal dilakukan jika sudah akan beroperasi. Penertibannya akan dilakukan pihak perhutani bersama aparat kepolisian. “Bila sudah akan mulai beroperasi baru akan ditertibkan para penambang ilegal tersebut,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Tuban, Agung Supriyanto mengatakan bahwa dewan akan memanggil semua pihak terkait untuk meminta keterangan rencana kedepan pengelolaan BUMD tersebut. Sedangkan untuk para penambang ilegal harus segera ditertibkan. “Bulan depan kita akan minta penjelasan terhadap pihak terkait tentan sistem pengelolaannya kedepan,” jelas Agung.

Diharapkan masyarakat sekitar lokasi itu harus dipekerjakan. Sehingga dengan berdirinya perusahaan itu dapat memberikan manfaaf kepada masyarakat sekitar. “Pemkab harus memperhatikan 2 hal atas terbentuknya perusahaan itu, yaitu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar dan peningkatan PAD Tuban,” harapnya.

Selain itu, menurut politisi PAN tersebut dalam pengelolaannya dilakukan kerjasama dengan BUMDes. Sehingga yang menerima manfaat tidak hanya personal. Bila atas nama BUMDes maka hasilnya bisa dirasakan oleh semua masyarakat sekitar.

Diketahui, untuk mengelola 10 sumur tersebut pengerjaannya lakukan kerja sama dengan PT. Tuban Energi Prima (TEP). Sebab dalam pengelolaanya membutuhkan modal yang besar, untuk satu sumur dibutuh dana sekitar Rp. 6 milyar atau Rp. 60 miliar untuk 10 sumur.

Selain itu saat ini masih menyelesaikan tukar guling lahan dengan Perhutani. Karena lokasi tambang berada dikawasan hutan Perhutani yang harus dilakukan pengganti lahan yang akan digunakan. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author